Bersifatlah Seperti Bumi

Empat sifat bumi yakni : sabar, jujur, dermawan, dan rahasia.

Kelahiran Anak Pertama

Kisah tentang kelahiran anak pertamaku, yakni Syakira yang lahir tepat di tanggal 17 Agustus 2014.

Perjuangan Seorang Ibu

Kisah tentang perjuangan dan pengorbanan seorang ibu yang telah melahirkan dan membesarkan kita.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 10 Juni 2015

Nasehat Untuk Akhlak Anakku

Mungkin kalian sudah cukup dewasa saat membaca artikel ini, sehingga sudah mampu memahaminya dengan baik. Satu hal yang perlu kalian ingat sebelum melanjutkan membaca artikel ini, kalian harus paham bahwa artikel ini Abi tulis untuk menjadikan kalian menjadi anak-anak yang berakhlak mulia.

http://www.slbnp-acehtamiang.com/guru/images/contoh/Kebiasaan_Orang_Tua_Yang_Menghasilkan_Perilaku_Buruk_Pada_Anak.jpgKebanyakan anak di dunia ini telah diperkenalkan oleh orang tuanya dengan kecanggihan teknologi sejak usia dini. Namun mereka tidak menyadari efek yang ditimbulkan dikemudian hari. Anak-anak mereka lebih tahu tentang harga handphone terbaru dari pada harga satu buah Al-Qur'an. Memiliki handphone jenis terbaru atau motor/mobil keluaran terbaru tidaklah menjamin kita bisa hidup dengan baik di dunia ini. Namun dengan memiliki akhlak yang baik, kita bisa mendapatkan kehidupan yang baik, teman yang baik, dan sebagainya.

Nasehat Pertama : Jauhilah Syirik

Allah berfirman dalam Surat Lukman ayat 13, yang artinya :
"Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar". (QS. Lukman : 13)



Dalam surat An-Nisaa ayat 48 Allah berfirman yang artinya:
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar." (QS. An-Nisaa: 48).

Serta dalam surat Al-An'aam ayat 88 Allah berfirman yang artinya :
"Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya. seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan." (QS. Al-An'aam: 88)

Oleh karena itu, janganlah pernah kalian melakukan kesyirikan dengan meminta bantuan kepada sesuatu selain Allah, atau menyembah selain-Nya, karena sungguh perbuatan syirik itu adalah dosa besar yang tidak akan diampuni oleh Allah.

Beberapa contoh syirik seperti :
1. Menyembah sesuatu selain Allah
2. Berobat ke dukun yang meminta bantuan setan
3. Mendatangi dan mempercayai peramal
4. Berdoa kepada selain Allah
5. Menjadikan sesuatu selain Allah sebagai perantara dalam berdoa kepada Allah
6. Mengaku mengetahui sesuatu perkara yang ghaib, dan lain sebagainya

Nasehat Kedua : Berbaktilah Kepada Kedua Orang tua

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu” (QS. Lukman: 14).

Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan” (QS. Lukman: 15).

Nasehat kedua ini banyak dilupakan oleh anak-anak saat ini. Banyak yang sering menyusahkan orang tua, membuat orang tua sedih dan menangis. Namun tentu saja ketaatan pada orang tua hanyalah dalam perkara kebaikan dan mubah. Jika mereka memaksa untuk berbuat syirik dan maksiat lainnya, tentu tidak boleh ditaati.
Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Jika kedua orang tua memaksamu agar mengikuti keyakinan keduanya, maka janganlah engkau terima. Namun hal ini tidaklah menghalangi engkau untuk berbuat baik kepada keduanya di dunia secara ma’ruf (dengan baik)” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 11: 54).

Nasehat Ketiga : Setiap Dosa dan Kejelekan Akan Dibalas Oleh Allah

Nasehat ini mengajarkan agar setiap orang mengetahui bahaya jika berbuat dosa. Dan setiap muslim harus yakin bahwa Allah Maha Melihat dan Mengetahui, serta Allah akan membalasnya. Lukman menasehati,

(Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui” (QS. Luqman: 16).
Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Ini adalah wasiat yang amat berharga yang Allah ceritakan tentang Lukman Al Hakim supaya setiap orang bisa mencontohnya … Kezholiman dan dosa apa pun walau seberat biji sawi, pasti Allah akan mendatangkan balasannya pada hari kiamat ketika setiap amalan ditimbang. Jika amalan tersebut baik, maka balasan yang diperoleh pun baik. Jika jelek, maka balasan yang diperoleh pun jelek” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 11: 55).

Nasehat Keempat: Dirikanlah Shalat, Beramar Ma’ruf Nahi Mungkar dan Bersabar Terhadap Setiap Cobaan

Allah Ta’ala berfirman, yang artinya :
Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)” (QS. Lukman: 17).
Ayat ini menerangkan mengenai urgensi shalat, pentingnya amar ma’ruf nahi mungkar dan perintah untuk bersabar terhadap gangguan atau musibah. Asy Syaukani rahimahullah menjelaskan mengapa sampai tiga ibadah ini yang menjadi wasiat untuk anaknya. Yaitu karena tiga ibadah ini adalah induknya ibadah dan landasan seluruh kebaikan. Karena di akhir ayat ini disebutkan, Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah) (Lihat Fathul Qodir, 5: 489).

Nasehat Kelima: Ajaran Adab Ketika Berbicara

Akhlak mulia lainnya disebutkan dalam ayat selanjutnya,
Allah Ta’ala berfirman, yang artinya :
Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri” (QS. Lukman: 18).
Ayat ini mengajarkan akhlak yang mulia yaitu bagaimana seorang muslim sebaiknya bersikap ketika berbicara, di manakah pandangan wajahnya. Dalam ayat ini diajarkan agar seorang muslim tidak bersikap sombong. Inilah yang dinasehatkan Lukman pada anaknya.

Nasehat Keenam: Bersikap Tawadhu’ (Rendah Diri)

Satu akhlak mulia lagi diajarkan oleh Lukman kepada anaknya ketika ia memberi wasiat padanya yaitu sikap tawadhu’ dan bagaimana beradab di hadapan manusia. Di antara yang dinasehatkan Lukman Al Hakim adalah mengenai adab berbicara, yaitu janganlah berbicara keras seperti keledai.
Allah Ta’ala berfirman, yang artinya
Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.” (QS. Lukman: 19).

Senin, 01 Juni 2015

Bersifatlah Seperti Bumi

https://hanifweb.files.wordpress.com/2013/04/bumi.jpg

Ada empat sifat bumi yang perlu kita ikuti :

1. Sabar
Bumi tempat kita berpijak seringkali mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari manusia yang hidup di atasnya. Terkadang kita membuang sampah atau kotoran sembarangan. Menggali, membongkar, merusak, dan sebagainya, berjalan dengan congkak atau sombong di atasnya, namun bumi selalu tetap bersabar dengan perlakuan kita

2. Jujur
Bumi tak pernah berbohong, apa yang kita tanam di dalamnya akan tumbuh seperti apa yang kita tanam. Jika kita menanam padi, maka padi pula yang tumbuh. Jika kita menanam jagung, maka jagung pula yang akan tumbuh. Tak pernah bumi merubahnya menjadi yang lain dari apa yang kita tanam padanya. Apakah pernah kita melihat seseorang yang menanam padi yang tumbuh malah ilalang? Atau menanam kelapa yang tumbuh malah pisang? Apa yang kita simpan di dalamnya, akan dia kembalikan pula seperti apa yang kita simpan atasnya.

3. Dermawan
Coba lihat buah yang ada di pohon kelapa. Ada berapa jumlahnya? Banyak bukan? Tahukah kita bahwa itu adalah hasil dari sebutir kelapa saja yang kita tanam? Itulah sifat bumi, kita menanam sebutir hasilnya lebih dari itu yang disedekahkannya kepada kita. Bumi selalu bersedekah kepada kita semua, kita menanam sebutir, hasil yang dikembalikan kepada kita lebih dari itu.

4. Rahasia
Bumi tak pernah memberitahu kepada siapapun apa yang terkandung di dalamnya. Banyak kekayaan alam yang terkandung dalam perut bumi. Kita manusia diharuskan mencarinya jika ingin menikmatinya. Sesuatu yang kita simpan di dalamnya pun tak akan pernah dia beritahukan kepada orang lain. Bumi selalu memegang rahasia sekecil apapun tanpa membocorkannya kepada siapapun.

Jika kita mengikuti sifat bumi ini, insya Allah akan terlepas dari siksa kubur.

Kamis, 28 Mei 2015

Kelahiran Anak Pertama

Hari itu Jum'at tanggal 15 Agustus 2014 aku pulang malam sekitar jam 8 malam dari kantor. Aku lihat istriku terlihat modar-mandir di dalam kamar menahan sakit perut. Sepertinya akan segera melahirkan. Karena takut terjadi apa-apa, akhirnya aku sampaikan juga sama papa tentang hal ini. Mendengar hal ini, mereka segera mempersiapkan segala sesuatu yang akan dibawa ke rumah sakit untuk menghadapi proses persalinan.

Pukul 23.30 Wita kami berangkat menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aloei Saboe Kota Gorontalo menggunakan mobil salah satu keluarga istriku. kami tiba di rumah sakit pada pukul 00.15 Wita, tepatnya sudah hari Sabtu tanggal 16 Agustus 2014.

Malam itu istriku langsung diperiksa oleh suster jaga yang piket malam itu. Suster jaga mengatakan bahwa istriku kemungkinan besar belum akan melahirkan malam ini, karena masih pembukaan 3 (istilah dalam kedokteran). Uniknya dimalam itu istriku seperti tidak merasakan apa-apa. Saat kami dalam keadaan khawatir, istriku malah jalan kesana kemari sibuk mencari nyamuk..:)

Pada malam itu juga ada salah satu ibu yang sudah berada di ruang persalinan tengah ditangani oleh beberapa suster jaga. Aku sudah tidak ingat lagi kejadian itu terjadi pada pukul berapa. Anak yang dilahirkan oleh ibu tersebut meninggal dunia saat itu juga. Ini disebabkan oleh posisi bayi saat dilahirkan adalah kaki terlebih dahulu, sehingga ketika sudah di bagian leher, sang ibu berhenti mengejan yang menyebabkan leher sang bayi terjepit lama. Suster jaga yang menanganinya pada malam itu langsung mengambil tindakan menambah/memperlebar jalan lahir kemudian mengeluarkan sang bayi. Meski mereka mencoba menyelamatkan bayi tersebut, namun Allah menghendaki lain dengan memanggil sang bayi tersebut sebelum sempat menikmati dunia ini. Innalillahi wa inna ilaihi raji'un...

Keesokan paginya kami pindah ke ruangan di Gedung G2 karena istriku diprediksikan belum akan melahirkan pada hari itu. Sore harinya kami mendengar kabar baik bahwa istri kakak sepupuku telah selamat melahirkan seorang bayi perempuan di Rumah Sakit Siti Hadidjah Kota Gorontalo.

Malam harinya kami benar-benar dibuat tidak bisa beristrahat. Istriku tidak henti-hentinya bolak-balik kamar kecil untuk kencing. Hanya berselang + 3 menitan, buang air kecil lagi dan harus ditemani hingga di dalam kamar kecil. Kejadian ini berlangsung hingga pagi hari, sehingga kami dibuat kurang istrahat.

Keesokan paginya hari Minggu tanggal 17 Agustus 2014, istriku dipindahkan ke gedung persalinan. Sekitar pukul 11 siang Walikota Gorontalo Bpk. Marten Taha dan Wakil Walikota Gorontalo Bpk. dr. Budi Doku bersama istri dan pejabat Pemerintah Kota Gorontalo lainnya data mengunjungi pasien di Rumah Sakit selesai melaksanakan Upacara 17 Agustus. Istriku mendapatkan sebuah hadiah dari Bpk. Walikota Gorontalo berupa pakaian bayi.

Sampai dengan jam 12 siang, istriku masih saja tak henti-hentinya bolak-balik kamar kecil. Suster menyuntikkan obat perangsang untuk merangsang persalinan. Sakit yang dirasakan oleh istriku perlahan-lahan mulai tak bisa ditahannya. Dia berusaha mengejan, namun bayinya tak kunjung keluar.

Menjelang adzan Maghrib, istriku dipindahkan ke ruang persalinan. Namun bayinya masih belum keluar juga. Aku makin kasihan melihat kondisi istriku yang begitu tersiksa dalam keadaan seperti itu. Ingin rasanya aku mengambil sebagian dari rasa sakit yang dideritanya itu, andai rasa sakit itu bisa dibagi. Tak tahan melihat kondisinya aku beranjak dari ruang persalinan. Air mataku tumpah dan tak bisa lagi kutahan. Yang bisa kulakukan hanyalah berdoa kepada Allah agar istri dan anakku diberikan keselamatan.

Tepat pukul 19.05 (5 menit sebelum adzan Isya dikumandangkan) barulah anak pertama kami lahir dengan selamat. Berat lahirnya 3,4 Kg dengan panjang 52 cm. Malam itu kami begitu senang dengan kelahiran putri pertama kami.




Rabu, 27 Mei 2015

Perjuangan Seorang Ibu

Seorang ibu adalah pahlawan bagi kita. Dia mempertaruhkan jiwa dan raganya untuk menghadirkan kita di dunia ini. 9 bulan mengandung kita tanpa merasa berat menanggung beban dalam perutnya. Berjuang melahirkan kita melawan rasa sakit yang perih tiada tanding, meski nyawa taruhannya.

Ketika kita lahir, dia merawat kita dengan penuh perhatian. Istirahatnya sering terganggu oleh tangisan kita di tengah malam. Tangannya selalu sigap menahan tubuh kita yang terjatuh kala kita belajar berjalan. Dia selalu mengantar kita ke sekolah. Menyiapkan sarapan untuk kita dan ayah. Hampir sepanjang hari dari pagi hingga malam tak ada waktu baginya untuk istrahat. Kala kita menginjak masa remaja, dia tetap selalu bersama kita. Melambaikan tangannya saat mengantar kita pergi sekolah, sambil tak lupa berpesan agar kita berhati-hati di jalan. Kala kita pulang sekolah, dia menyambut kita dengan senyuman serta pelukan yang penuh kasih sayang.
Kala kita menginjak masa remaja, ibu selalu tak henti-hentinya berdoa kepada Yang Maha Kuasa agar kita selalu diberikan kesehatan lahir bathin. Tidak satupun dalam doanya yang tidak menginginkan kebaikan untuk kita.
Kala kita telah membina rumah tangga yang baru, ibu selalu ada buat kita dengan segala nasihat-nasihat baiknya.
Ibu selalu ada bagi kita, baik dikala senang maupun sedih. Dia menjadi tempat mencurahkan segala isi hati, meski terkadang apa yang ada dalam hatinya tak tahu harus ia curahkan kepada siapa.

Sekarang, coba lihatlah diri kita...
Apa yang telah kita lakukan untuk ibu?
Apa balasan yang kita berikan kepadanya atas segala jerih payahnya merawat kita sejak masih dalam kandungan hingga kita yang sekarang?
Apakah rumah mewah? Perhiasan yang tak terhitung nilainya? Uang yang tak terhitung jumlahnya? Atau tiket pesawat untuk liburan ke luar negeri?
Pernahkah kita bertanya kepadanya, apakah semua yang kita berikan itu sudah mampu membahagiakannya?
Apakah semua itu sudah mampu membayar segala jerih payahnya melahirkan dan merawat kita?
Setiap ibu selalu mengharapkan yang terbaik bagi anaknya. Manjadi orang yang sukses dan terpandang. Namun semua itu menjadi sia-sia jika doanya yang paling utama sering disampaikan kepada Allah dalam shalatnya tidak menjadi kenyataan. Yang paling diharapkan oleh ibu kita hanyalah kita menjadi anaknya yang shaleh/shalehah, selalu bersyukur dan mengingat-Nya dikala susah atau senang. Selalu melewatkan malam dengan sujud yang panjang, melantunkan ayat-ayat suci dan dzikir. Yang kelak menjadi amal jariah bagi ibu kita menuju Syurga Allah yang abadi.


“Berbuat baiklah kepada ibumu selagi ia masih hidup. Jika ia telah tiada, jangan pernah lewatkan shalatmu dengan doa yang baik untuk ibumu... “

Selasa, 26 Mei 2015

Harapan Orang Tua (Renungan)

Nikmatilah hidupmu sekehendak jiwamu
Pergilah kemana saja engkau mau
Tertawalah sebebas hatimu
Tapi ingatlah...
Dua sosok manusia dalam hidupmu, ayah dan ibumu

Ayahmu selalu bermimpi
Kelak engkau akan menjadi pelanjut amal shalehnya
Jika ia telah tiada
Bundamu yang selalu berangan
Kedua tanganmu menjadi tangan yang selalu tengadah
Mendoakan perjalannya di sana

(Cukupkah amalmu menjadi jariah bagi mereka..??)

Lakukan saja apa yang ingin kau lakukan
Habiskan saja masa mudamu untuk kesenangan
Tapi ingatlah...
Ada ayah dan ibumu yang berurai air mata
Meminta tak putus-putusnya kepada sang penciptamu
Agar hidupmu adalah episode kesholehan demi kesholehan

Jika kini ayah bundamu telah tiada
Menurutmu, apa yang mereka impikan tentangmu di dunia ini?
Jadi hartawan tanpa tanding?
Jadi pejabat level tertinggi?
Mungkin saja...

Tapi mereka pasti lebih berharap engkau menjadi
Hamba Allah yang Shaleh/Shalehah
Hamba yang melewati malam dalam sujud-sujud panjang
Hamba yang melewati hari dalam kebajikan demi kebajikan
Hamba yang selalu takut kepada Allah

Kini, impian mereka hanya satu...
Engkau menjadi jalan bagi mereka
Untuk menjejak surga Allah yang abadi

(Cukupkah amalmu menjadi jariah bagi mereka?)

Anakku, jika kelak kalian membaca nasehat kami ini...renungkan dan amalkanlah...

Rabu, 20 Mei 2015

Harapan Orang Tua untuk Syakira

Tanggal 17 Agustus Tahun 2014 Pukul 19.05 Wita di Rumah Sakit Umum Daerah Aloei Saboe, Istriku Yanti Rivai melahirkan seorang putri yang cantik, wajahnya mirip ibunya. Kami memberinya nama "Syakira Faiha Aftani" yang berarti Syakira = Wanita yang selalu bersyukur, Faiha = Memiliki banyak kelebihan, Aftani = Ingatan yang mengagumkan, atau Wanita yang selalu bersyukur kepada Allah, memiliki banyak kelebihan dan ingatan yang mengagumkan. Nama anak adalah do'a orang tua, nama yang kami berikan untuk anak kami adalah doa serta harapan kami.
Adapun harapan kami dengan memberikan nama tersebut adalah :
  1. Putri kami menjadi anak terbaik di generasinya dan selalu ingat dan bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat dan karunia yang telah Dia berikan. Putri kami tidak menjadi anak yang sombong atas segala kelebihan yang dia miliki, karena sesungguhnya kelebihan yang ia miliki adalah pemberian Allah SWT yang tidak bersifat kekal/abadi.
  2. Putri kami memiliki banyak kelebihan sehingga menjadi anak terbaik di generasinya serta mandiri.
  3. Ingatan mengagumkan yang ia miliki dapat ia pergunakan untuk memelihara Kitab Allah (Al-Qur'anul Karim) dengan menghafal serta memahaminya dengan baik.
Harapan kami ini semoga menjadi kenyataan, insya Allah.
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com