Ketika kita lahir, dia merawat kita dengan penuh perhatian. Istirahatnya sering terganggu oleh tangisan kita di tengah malam. Tangannya selalu sigap menahan tubuh kita yang terjatuh kala kita belajar berjalan. Dia selalu mengantar kita ke sekolah. Menyiapkan sarapan untuk kita dan ayah. Hampir sepanjang hari dari pagi hingga malam tak ada waktu baginya untuk istrahat. Kala kita menginjak masa remaja, dia tetap selalu bersama kita. Melambaikan tangannya saat mengantar kita pergi sekolah, sambil tak lupa berpesan agar kita berhati-hati di jalan. Kala kita pulang sekolah, dia menyambut kita dengan senyuman serta pelukan yang penuh kasih sayang.
Kala
kita menginjak masa remaja, ibu selalu tak henti-hentinya berdoa kepada Yang
Maha Kuasa agar kita selalu diberikan kesehatan lahir bathin. Tidak satupun
dalam doanya yang tidak menginginkan kebaikan untuk kita.
Kala
kita telah membina rumah tangga yang baru, ibu selalu ada buat kita dengan
segala nasihat-nasihat baiknya.
Ibu
selalu ada bagi kita, baik dikala senang maupun sedih. Dia menjadi tempat
mencurahkan segala isi hati, meski terkadang apa yang ada dalam hatinya tak
tahu harus ia curahkan kepada siapa.
Sekarang,
coba lihatlah diri kita...
Apa
yang telah kita lakukan untuk ibu?
Apa
balasan yang kita berikan kepadanya atas segala jerih payahnya merawat kita
sejak masih dalam kandungan hingga kita yang sekarang?
Apakah
rumah mewah? Perhiasan yang tak terhitung nilainya? Uang yang tak terhitung
jumlahnya? Atau tiket pesawat untuk liburan ke luar negeri?
Pernahkah
kita bertanya kepadanya, apakah semua yang kita berikan itu sudah mampu
membahagiakannya?
Apakah
semua itu sudah mampu membayar segala jerih payahnya melahirkan dan merawat
kita?
Setiap
ibu selalu mengharapkan yang terbaik bagi anaknya. Manjadi orang yang sukses
dan terpandang. Namun semua itu menjadi sia-sia jika doanya yang paling utama
sering disampaikan kepada Allah dalam shalatnya tidak menjadi kenyataan. Yang
paling diharapkan oleh ibu kita hanyalah kita menjadi anaknya yang
shaleh/shalehah, selalu bersyukur dan mengingat-Nya dikala susah atau senang.
Selalu melewatkan malam dengan sujud yang panjang, melantunkan ayat-ayat suci
dan dzikir. Yang kelak menjadi amal jariah bagi ibu kita menuju Syurga Allah
yang abadi.
“Berbuat
baiklah kepada ibumu selagi ia masih hidup. Jika ia telah tiada, jangan pernah
lewatkan shalatmu dengan doa yang baik untuk ibumu... “







0 komentar:
Posting Komentar
Tamu yang baik adalah seseorang yang selalu meninggalkan jejak atas kunjungannya walau hanya sebatas kata salam...
Berkomentarlah yang baik dan sopan...Trims