Rabu, 27 Mei 2015

Perjuangan Seorang Ibu

Seorang ibu adalah pahlawan bagi kita. Dia mempertaruhkan jiwa dan raganya untuk menghadirkan kita di dunia ini. 9 bulan mengandung kita tanpa merasa berat menanggung beban dalam perutnya. Berjuang melahirkan kita melawan rasa sakit yang perih tiada tanding, meski nyawa taruhannya.

Ketika kita lahir, dia merawat kita dengan penuh perhatian. Istirahatnya sering terganggu oleh tangisan kita di tengah malam. Tangannya selalu sigap menahan tubuh kita yang terjatuh kala kita belajar berjalan. Dia selalu mengantar kita ke sekolah. Menyiapkan sarapan untuk kita dan ayah. Hampir sepanjang hari dari pagi hingga malam tak ada waktu baginya untuk istrahat. Kala kita menginjak masa remaja, dia tetap selalu bersama kita. Melambaikan tangannya saat mengantar kita pergi sekolah, sambil tak lupa berpesan agar kita berhati-hati di jalan. Kala kita pulang sekolah, dia menyambut kita dengan senyuman serta pelukan yang penuh kasih sayang.
Kala kita menginjak masa remaja, ibu selalu tak henti-hentinya berdoa kepada Yang Maha Kuasa agar kita selalu diberikan kesehatan lahir bathin. Tidak satupun dalam doanya yang tidak menginginkan kebaikan untuk kita.
Kala kita telah membina rumah tangga yang baru, ibu selalu ada buat kita dengan segala nasihat-nasihat baiknya.
Ibu selalu ada bagi kita, baik dikala senang maupun sedih. Dia menjadi tempat mencurahkan segala isi hati, meski terkadang apa yang ada dalam hatinya tak tahu harus ia curahkan kepada siapa.

Sekarang, coba lihatlah diri kita...
Apa yang telah kita lakukan untuk ibu?
Apa balasan yang kita berikan kepadanya atas segala jerih payahnya merawat kita sejak masih dalam kandungan hingga kita yang sekarang?
Apakah rumah mewah? Perhiasan yang tak terhitung nilainya? Uang yang tak terhitung jumlahnya? Atau tiket pesawat untuk liburan ke luar negeri?
Pernahkah kita bertanya kepadanya, apakah semua yang kita berikan itu sudah mampu membahagiakannya?
Apakah semua itu sudah mampu membayar segala jerih payahnya melahirkan dan merawat kita?
Setiap ibu selalu mengharapkan yang terbaik bagi anaknya. Manjadi orang yang sukses dan terpandang. Namun semua itu menjadi sia-sia jika doanya yang paling utama sering disampaikan kepada Allah dalam shalatnya tidak menjadi kenyataan. Yang paling diharapkan oleh ibu kita hanyalah kita menjadi anaknya yang shaleh/shalehah, selalu bersyukur dan mengingat-Nya dikala susah atau senang. Selalu melewatkan malam dengan sujud yang panjang, melantunkan ayat-ayat suci dan dzikir. Yang kelak menjadi amal jariah bagi ibu kita menuju Syurga Allah yang abadi.


“Berbuat baiklah kepada ibumu selagi ia masih hidup. Jika ia telah tiada, jangan pernah lewatkan shalatmu dengan doa yang baik untuk ibumu... “

0 komentar:

Posting Komentar

Tamu yang baik adalah seseorang yang selalu meninggalkan jejak atas kunjungannya walau hanya sebatas kata salam...
Berkomentarlah yang baik dan sopan...Trims

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com